- Aspek Proses Belajar Mengajar
- Aspek Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Belajar
- Aspek Pelayanan Sosial
- Aspek Pengembangan Sumber Daya Manusia
TK Tunas Kasih merupakan bagian dari pelayanan GKJ Prambanan khususnya dalam pendidikan anak – anak di wilayah Kecamatan Prambanan dan sekitarnya. Pada mulanya dirintis oleh ibu – ibu Ikatan Wanita Kristen (IWK). TK ini telah berdiri sejak tanggal 19 Januari 1970
Pengalaman yang panjang melahirkan proses yang dinamis dalam pembelajaran. Pengelola dan para guru berusaha untuk kreatif dalam mengajar anak – anak. Sesuai tujuan yang diprogramkan maka dipikirkanlah konsep pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Dynamic teaching merupakan model pembelajaran yang dinamis untuk anak – anak. Pada dasarnya konsep ini dikembangkan untuk merespon kondisi dan situasi termasuk perkembngan sosial dan teknologi sesuai dengan sumberdaya Taman Kanak – Kanak. Program pendidikan ini direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan TK Tunas Kasih.
Proses ini dilakukan bersama oleh Kepala Sekolah, guru bersama siswa dan orang tua. Rencana dan pengaturan kompetensi yang dibakukan untuk mencapai tujuan nasional, cara pencapaiannya disesuaikan kedaan dan kemampuan sekolah. Proses ini dicapai dicanangkan melalui kompetensi yang menjadi unggulan TK Tunas Kasih. Kompetensi tersebut meliputi berbagai bidang kemampuan dasar. Bidang pengembangan kemampuan dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas sesuai dengan tahap perkembangan anak antara lain :
Sekitar lima tahun lalu Taman Kanak – Kanak Tunas kasih turut menjadi saksi dalam peristiwa bencana 27 Mei 2006. Gedung TK yang baru saja selesai dibangun dan direnovasi pada sehari sebelumnya, ikut hancur karena gempa bumi yang melanda wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Pasca gempa, selama hampir 3 bulan anak – anak belajar di bawah tenda, kemudian menempati ruangan di gereja darurat GKJ Prambanan. Peristiwa gempa bumi tersebut memberikan pengalaman yang sangat khusus bagi anak – anak dan para guru, tentang suka – duka dalam belajar. Kelak di kemudian hari pastilah kenangan bagaimana beratnya belajar pada masa – masa tersebut, tanpa gedung tanpa fasilitas yang memadai semua serba darurat.
Gedung TK selesai di bangun, dan telah digunakan untuk aktivitas belajar mengajar mulai bulan April 2007. Gedung ini menempati area seluas 300 meter persegi, dengan luas bangunan 150 meter persegi, yang terdiri dari ruang belajar, ruang guru dan ruang pertemuan. Memang kini setelah empat tahun berlalu, kegiatan belajar mengajar telah berjalan normal. Seiring dengan kondisi yang semakin baik, maka Komisi perlu memikirkan perkembangan ke depan TK Tunas Kasih, baik sumberdaya, fasilitas maupun pendanaan.